Manusia oh manusia

Jan 15, 2005


Tadi pagi yang cerah, diriku bahagia sekali karena mengira ujian sudah selesai dengan ditutup oleh makul Finance, tapi ternyata oh ternyata diriku salah jadwal...huaaa...kirain dah selesai hari ini tapi ternyata selesainya hari rabu besok, tadi cuma ujian Statistic doang, mana yg nomor terakhir bingung bin pusing alias gak bisa ngerjain. Yah ini makul statistic kan biasanya di Lab, mana sebenarnya diriku cuma masuk beberapa kali karena makul ini tabrakan sama makul lain di univ yg atu lagi, jadinya ya agak2 gak nguasain gitu lah (pake agak2 biar kesannya sebenarnya bisa :P), nah pas ujian, masak di kelas, bingung dong akika. Tapi sutralah, tapi gak bisa ikhlas juga sih, masalahnya nih financial adalah the most mbingungin subject in the world, memang teorinya dikit tapi penjabaran dan rumusnya hiks kalo ditulis jauhnya bisa seperti Yogyakarta-Meulaboh PP. Saya korbankanlah waktu saya yg sangat berharga tadi malam untuk belajar pelajaran najong ini dgn harapan mendapatkan hasil yg maksimal dan paripurna (apaan sih ni artinya? :P) eh tapi malah tadi pas setelah Statistic nanya ke Il, "Heh makan yok, gak pulang kan kowe? Finance jam setengah dua kan?", si Il dengan muka heran, "Hah? are you crazy? Finance itu hari rabu" Oh Tuhan....perkataan si Il ini bagaikan petir di siang bolong :p jadi tadi malam akika ngapain? Oh...

Eh, diriku lagi mikir nih tentang predikat manusia sebagai "makhluk sosial", jadi kalo begitu gimana dong kita menilai manusia sebagai manusia apa adanya? Misalnya situ nih mau nilai diriku, pasti menilai diriku dari bagaimana diriku bergaul, berbicara, pemahaman diriku ttg sesuatu, perkataan org2 terdekat, dsb yg kesemuannya itu gak lepas dari orang lain. Trus kalaupun nanya langsung ke diriku, kan segala yg saya jawab nanti adalah hasil dari interaksi dgn org lain juga yg selama ini telah membentuk apapun yg ada dalam diriku, ya kan? Bagaimana ya kita bisa menjadi manusia seutuhnya mandiri? Bahkan dalam beragama pun kita selalu mengikuti orang lain, kalau dalam islam taruhlah kita harus mengikuti Nabi Muhammad tapi kan beliau juga manusia yg tidak lepas dari sejarah, dan setelah berabad lamanya dari wafatnya Nabi, apakah masih bisa dijamin kalau kita bener mengikuti beliau? bukan seorg imam atau yg dibilang banyak ikhwan2 itu org2 salaf? Bagaimana sih sebenarnya manusia yg benar2 manusia itu yak?

Oh...sepertinya mulai pusing nih diriku ditambah lagi angka2 Statictic tadi...*jadi pengen lotek gw hahaha :P



Posted by gunturekoputra at 01:54 pm

yg punya
January 15, 2005   09:05 PM PST
 
farah : ugh bener bgt far, eh mbok blogna dipasangin shoutbox atau haloscan supaya yg gak pakai blogspot bisa komen juga...hehehe :)
farah
January 15, 2005   02:58 PM PST
 
manusia itu di bentuk oleh lingkungannya, satu persoalan yg slalu menghantui adl WHO AM I, kt beramai ramai mencari sekian juta jln tuk menemukan jwban, tp kebanyakan dr kita msh merasa hampa, tak bermakna, nihil, stress bahkan gila...
  

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments






 
Previous Entry Home Next Entry

Saya



Guntur Eko Putra. November 11. Duri. Riau. Muslim. Universitas Islam Indonesia. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta.


Proclaim! (or read!) in the name of thy Lord and Cherisher, Who created- . Created man, out of a (mere) clot of congealed blood: Proclaim! And thy Lord is Most Bountiful,- He Who taught (the use of) the pen,- Taught man that which he knew not. (QV. 96 : 1-5)

Contact Me

Kata Kamu





Isilah Guestbook saya





Free Site Counter
Free Web Counter

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

credits


design

Edited by:
BLOGDRIVE
TEMPLATES

rss feed