Semoga Kau Mengerti ( Gya )
sekian lama bersamamu
kau selalu menyenangkan
kuberikan perhatian
dalam setiap kesempatan
kurasakan ada sesuatu
yang kubaca dari setiap tatap matamu
jangan kau pernah menduga
aku mengharapkan kau jadi milikku
itu tak mungkin terjadi
sungguh aku tak menginginkan
yang kuinginkan kau jadi sahabatku
semopga kau mengerti
perhatian yang kau beri
tak kan pernah kulupakan
tapi jangan kau artikan
kuinginkan sesuatu yang lebih
kurasakan ada sesuatu
yang kubaca dari setiap tatapan matamu
jangan engkau pernah menduga
aku mengharapkan kau jadi milkku
itu tak mungkin terjadi
sungguh aku tak menginginkan
yang kuinginkan kau jadi sahabatku
semoga kau mengerti
jangan engkau pernah menduga
aku mengharapkan kau jadi milikku
itu tak mungkin terjadi
sungguh aku tak menginginkan
yang ku inginkan kau jadi sahabatku
semoga kau mengerti
menduga....
itu tak mungkin terjadi..
sungguh aku tak menginginkan
yang kuinginkan engkau jadi sahabatku
semoga kau mengerti
She used to be my only enemy and never let to be me free,
Catching me in places that I know I shoudn't be,
Every other day I crossed the line,
I didn't mean to be so bad,
I never thought you become the friend I never had,
Back then I didn't know why,
Why you were misunderstood,
So now I see through your eyes,
All that you did was love,
Mama I love you, Mama I care,
Mama I love you, Mama my friend,
My friend,
I didn't want to hear it then but I'm not ashame to say it now,
Every little thing you said and did was right for me,
I had a lot of time to think about,
About the way I used to be,
Never had a sense of my responsibility,
Back then I didn't know why,
Why you were misunderstood,
So now I see through your eyes,
All that you did was love,
Mama I love you, Mama I care,
Mama I love you, Mama my friend,
My friend,
But now I'm sure I know why,
Why you were misunderstood,
But know I see through your eyes,
All that you did was love
Mama I love you, Mama I care,
Mama I love you, Mama my friend,
My friend,
Mama I love you, Mama I care,
Mama I love you, Mama my friend,
My friend.
Andaikan air mata
Takkan pernah terjatuh lagi
Dan cemburu dalam hati
Takkan mungkin terjadi
Andaikan semua Kisah cinta
Selalu berakhir bahagia
Tiada sedih dan kecewa
Tiada risau dan gundah
Pastiterasa indah
Bila saja kulit wajah
Terlihat serupa cantiknya
Dan, bunga terus mewangi
Senantiasa mekar merekah
Bila saja kita semua
Terlahir elok dan sempurna
Takkan sakit dan terluka
Takkan buruk slamanya
Pasti.terlihat indah
Dan bayangkan tangan kami
Slalu berjabat mesra
Dan bayangkan semua hati
Slalu terasa hangatnya
Dan bayangkan mimpi ini
Mampu menjadi nyata
Semua menjadi indah(hidup terasa indah)
Semua menyanyi
Senandung kasihKita nyanyikanLagu terindah
Andai tiada lagi
Rasa dusta atau curiga
Andaikan iri hati
Hilang tanpa terasa
Andai segala dendam menghilang
Tiada musuh di dunia
Andaikan menang dan kalah
Bukan lagi sebuah masalah
Pasti terasa indah
J.W.M Bakker dalam kajiannya yang berjudul "Agama Asli Indonesia" menyimpulkan bahwa, "Walaupun bagian terbesar orang Indonesia mengaku beragama Islam, namun sikap keagamaan sehari-hari yang mereka hayati dijiwai dalam batinnya oleh agama asli Indonesia yang kaya raya isinya, yang dipelihara dengan khusyuk, yang tidak mau 'dirombak' oleh agama asing." Ada benernya om Bakker ini, terbukti dari keterangan bapak penjaga pintu tempat ziarah jlumprit di desa Ngadirejo, Temanggung, bahwa yang datang ke tempat ini adalah dari berbagai latar belakang agama, apakah islam, kristen, buddha atau yang lain. Eh, saya ngomongin apa ya? hehehe...tiga hari belakangan saya emang ada di Temanggung dalam rangka liburan, kebetulan temen kos saya si Tg mau pulang kampung yah saya ikutan...hehehe... Jadi, sebelumnya dia juga sudah menawarkan pergi ke tempat ziarah itu yang juga merupakan tempat pengambilan air suci waisak bagi umat Buddha di Jawa Tengah itu. Ini tempat diyakini oleh orang2 Jawa adalah makan Ki dan Nyi Nujum Majapahit, leluhurnya orang2 Jawa. Sewaktu Jawa khususnya Majapahit dikuasai oleh orang jawa yang telah beragama Islam dan banyak kerajaan Islam yang berdiri dan notabene juga kuat, nah si Ki dan Nyi ini tidak mau berada di bawah kekuasaan mereka, bukannya tidak mau masuk agama islam, tapi hanya tidak mau dikuasai secara politik. Nah larilah beliau ke lereng gunung Sindoro ini, dan beliau bertapa (atau bersemedi?) di sindang yang emang dekat dgn sebuah sendang (bagus ya permainan kaya gw?! :P). Eh, gak lama kemudian istri beliau wafat, dan dimakamkan disana, dan beliau juga menyusul tidak lama kemudian. Sampai sekarang masih ada tuh makamnya disana. Bersebelahan. Nah mereka tuh punya peliharaan sejak lari dari kerajaan, yaitu seekor kera putih. Kera putih itulah yang menjaga kedua makan itu. Tapi lama tinggal di hutan, membuat kera itu tidak lagi putih (emang ngaruh ya?). Nih kera kerasan bgt tinggal di hutan, selain karena makanan tersedia disana juga ada komunitas kera, nah beranak pinak lah si Kera itu disana, sampai sekarang banyak bgt Kera bebas bergelantungan disana (tapi waktu akika kesana lagi ujan jadi gak nampak banyak :~( ) Sekarang kalo ziarah kesana, ada dua tempat untuk bersemedi, yang pertama di bagian atas, ada kayak sebuah gua buatan ukurannya kecil yang didepannya ada kolam air suci, jadi kita kesana lewat jembatan kecil, di tempat semedi itu ada patung kera hanoman itu dan di bagian luar di dalam kolam ada patung seorang resi penjaga. Di depan patung hanoman itu ada tempat lilin, tempat dupa, dsb. Mistik bgt pokoknya lah. Sebelum melewati jembatan kecil itu ada jalan sedikit kekiri juga merupakan tempat berdo'a yang disebelahnya ada tempat lilin trus di bawahnya ada ukiran tulisan kalo gak salah "Eyangi Tanah Jawi". Tempat semedi yang ke dua ada dibawah, turun pake tangga sedikit, nah disitulah makam kedua leluhur tanah jawa itu. Tempatnya gak luas kok, yah kira2 6 kali 3an meter lah. Di sekitar kuburan beliau tuh di sebelah kanannya ada patung Buddha, trus sebelah kirinya ada patung2 Dewi Kuan Im apa ya? trus ditengahnya ada patung Gajah Mada, di depannya ada tempat pembakaran kemenyan, tempat dupa dan segala hal. Tapi kesemua aksesoris yang ada disitu menurut keterangan Bapak penjaga pintu adalah tambahan saja hasil sumbangan dari peziarah. Waktu saya kesana ada seorang peziarah juga, dia dari Semarang, sudah dua kali kesana, gak tau dia mau apa sih kesana, tapi teman2 dah bisa nebak lah dia mau ngapain, lagian juga waktu itu adalah hari jum'at Kliwon yang gimana2 diyakini sebagai hari baik untuk berziarah. Oh ya, kenapa ini tempat namanya Jlumprit? Alkisah (cie..) dulu ada seorang yg bernama Ki Jlumprit, waktu itu beliau menderita sakit kulit yang teramat akut, ketika beliau sudah putus asa gitu pergilah beliau bersemedi di dekat makam Ki dan Nyi itu, waktu mau pulang, eh ndilalah (:P) beliau mendapat terawangan gaib (apaan ni?) dari Ki Singoderejo (nama asli Ki Nujum Majapahit itu) untuk menggunakan air suci yang mengalir dari Kali Progo yang ada dekat sekitar makan itu, dan beliau menaatinya dan walhasil penyakit beliau sembuh. Nah menetaplah beliau disana sampai akhir hayat, akhirnya dinamakan deh tempat itu Jlumprit. Sampai sekarang air suci itu diyakini juga sebagai obat penyakit, para peziarah juga banyak yg membawanya sepulang dari sana, sama kayak kepercayaan umat Islam akan air zam2 kali ya. Pada saat acara waisak pun, beribu2 botol menunggu antrian untuk diisi. Oh ya, orang disekitar ini punya kebiasaan di hari2 tertentu such as satu suro (satu muharam besok 10 feb bo') mengelilingi mata air Kali progo ini dan disela2 dengan mandi bersama (aduh asyiknya..:~~). Tapi ada yg mengganjal yg kelupaan saya tanya, kenapa umat Buddha menganggap tempat ini penting ya? apakah karena keberkahan air itu atau apa? Duh, besoklah kalau saya dapat jawabannya kukasih tau yak..hehehe... atau ada yg tau nih? Ini juga yg ditulis cuma mengandalkan ingatan doang jadinya kalo ada yg salah ttg sejarah tempat ini di koreksi ya atau ditambah soalnya ada lagi cerita ttg suruhan Ki Majapahit dua org yg menemukan candi di bawah beberapa kilo dari tempat ziarah ini, tapi saya lupa :P
Di Temanggung tiga hari seperti membersihkan paru2, bernafas sangat bebas dan dalam, soalnya udara disana masih bersih sekali dan segar. Juga sehat untuk mata, soalnya sejauh mata memandang cuma ada sawah2 hijau. Kemana2 kayaknya gak perlu slayer untuk nutupin hidung atau bersihin muka setiap abis keluar, karena udaranya seperti yg dah gw bilang sangat bersih. Tapi waktu saya kesana, orang2 lagi nanam padi, gak nanam tembakau, musim tembakau itu sekitar bulan April. Saya sebenarnya mau nyoba juga sih tembakau itu, tapi karena saya punya kebiasaan membaui segala sesuatu sebelum memasukkan ke mulut dan tuh aroma tembakau gak enak sekali, jadinya gak jadi selain dari beberapa hal juga sih. Tg ini tempat tinggalnya di lereng gunung Sindoro dan Sumbing, jadi hawanya termasuk dingin walaupun gak sedingin kaliurang, sarangan atau tawamangu sih tapi sudah cukup untuk membuat perut mules sepanjang malam :P Bahasa jawanya kental sekali dan tata krama apalagi ke ortu dijaga sekali, budaya patriarkhi sangat kental, nuansa keagamaan juga masih dalam.
Di sana selain menikmati sawah, juga akika silaturahmi ke beberapa vihara disana. Kenapa Buddha? karena umat Buddha di Temanggung ini lumayan banyak bow, malah paling banyak di Jawa Tengah lagi. Malah ada kampung yang mayoritas Buddha, yaitu di Kaloran tapi eike gak sempat kesana. Hiks. Besoklah pas waisak setelah ikut prosesi di Borobudur. Jumlah vihara aja sekitar 87an lebih dari berbagai madzhab pula, tapi yg dominan disana yaitu Theravada, selain itu ada Hinayana, Mahayana, Kasogatan, dsb, malah ada vihara yang berdampingan tapi beda madzhab. Vihara pertama yang saya datangi gak ada namanya, di desa gitu dekat desa temenku itu, bangunannya kecil, tidak dicat dan hanya ada tulisan "dibawah bimbingan madzhab Theravada Indonesia blablabla..." Setelah nanya2 yg mau gak mau harus pake bhs Jawi kentel gitu akhirnya bisa ketemu sama bikhu disana, namanya mbah Wr. Waktu kita kesana beliau lagi kerja bhakti gitu deh, dan ketemu sama perempuan tua, mungkin adiknya (kalau istri kan gak mungkin bukannya bikhu gak menikah ya?). Duh mana tuh mbah2 yg cewek sempat salah sangka dikirain kampung temen gw itu pada mau masuk Buddha dan meminta pencerahan dari mbah Wr ini, untung aja pas mbak Wr dah nyampai dan nanyain kita, dgn mulut gw yg cukup gesit (bhs apa lagi ini) gw bilang kalo "saya mahasiswa perbandingan agama mbah..bla bla bla...jadi mohon pengertian mbah." huhuhu..susah juga sih kalo ngomong sama org desa, lumayan sensitif, tapi untung juga nih mbak bhs indonesia nya gape jadi ngobrol lumayan gampang nyambung..
Jadi mbah ini jadi bikhu sejak 86, beliau ditahbiskan di Mendut gitu deh terus kembali ke desa ini, sampai sekarang gak ada penambahan umat, cuma ada sekitar 23an umat Buddha disitu, itupun gak semuanya datang pas kebaktian hari minggu disana. Tuh Vihara pada awalnya cuma numpang disebuah rumah tapi sejak 87 akhirnya dapat tempat dari dana umat untuk membangun vihara walaupun kecil. Habis darisana kita disuruh ke vihara Dwipaloka di Parakan, karena disana katanya pusat Theravada di Temanggung, sebenernya kemarinnya kita dah kesana juga tapi gak ada orang. Nih vihara di depannya ada sebuah pesantren, kayaknya pesantren NU gitu deh. Untungnya pas hari itu ada orang tapi pengurusnya gak disana, jadinya kita disuruh ke sebuah toko tempat pengurus itu tinggal, akhirnya jumpa juga, nama beliau Ibu St. Kita banyak cerita dari bagaimana dia menjadi Buddhist sampai ajaran buddhist. Yah dari mereka berdua setidaknya saya banyak mendapat hal baru ttg agama Buddha.
Ttg setan contohnya, berbeda dari umat agama lain yang meyakini adanya setan adalah makhluk yg independen, tapi buddhist meyakini kalau setan adalah berasal dari diri kita sendiri, mereka adalah juga makhluk seperti kita tapi lagi menerima buah karma yang buruk. Buddhist lebih melihat segala sesuatu yg terjadi pada diri manusia adalah hasil dari perbuataanya sendiri, bukan takdir, bukan sesuatu yg sudah digariskan. Karena itu ajaran buddhist lebih menitikberatkan pada hukum sebab akibat daripada ajaran ttg ketuhanan. Kita akan mendapatkan kebaikan kalau menanamkan kebaikan, begitu juga dgn keburukan. Semua itu bukan sesuatu yg diberikan tetapi merupakan hasil, tidak ada sesuatu di dunia ini yang sekonyong2 datang, keberuntungan itu tidak ada. Buddhist juga dalam mempercayai sesuatu harus merasakaanya terlebih dahulu seperti halnya Socrates yang tidak pernah mau menerima mentah2 doktrin2 keagamaan betapapun luhurnya, individu harus menemukan kebenaran dalam dirinya sendiri (kalau dalam istilah hindu adalah sruti), termasuk surga dan neraka, surga dan neraka pun bisa dirasakan sekrg tidak harus menunggu kiamat akbar. Diibaratkan api, bagaimana kita bisa percaya kalau api panas kalau kita tidak merasakaanya, begitu juga dgn surga. Banyak org yg mengidentikkan Nirwana atau Nibbana dgn surga yg didalamnya berbagai kenikmatan, bidadari2, istana2 yg indah2. Berbeda dgn agama buddha, Nibbana adalah suatu keadaan dimana tidak ada lagi kemelekatan dalam hidup kita, semuanya sidah berada dalam posisi netral, tidak lagi salah atau benar, semuanya sudah sempurna, dan itu yg merasakan adalah manusia sendiri. Itu tujuan umat buddha. Tidak ada lagi dukkha, tidak ada lagi penderitaan. Hidup adalah penderitaan. Sebenarnya ini yg membuat banyak org yg mengangap kalau ajaran buddha adalah ajaran yg pesimistis, yg menganggap semua yg menyangkut paut dunia adalah penderitaan, sebenarnya bukan itu maksudnya. Yang dimaksudkan dgn penderitaan adalah sesuatu yang berkondisi. dukkha maksudnya agar kita menyadari bahwa kehidupan kita yang sekarnag masih belum sempurna dan setelah kita memahaminya tentu kita akan berusaha merealisasikan keadaan yang sempurna atau kebahagiaan sejati. Seperti halnya orang yang sakit, baru setelah mengetahui dirinya sakit ia akan berobat ke dokter untuk mengetahui sebab sakitnya dan apa obatnya. Setelah mengetahui obatnya ia akan memakannya supaya bisa sembuh dan sehat kembali. Sang Buddha tidak hanya menyatakan bahwa hidup ini dukkha, tetapi juga menjelaskan sebab dari dukkha, keadaan lenyapnya dukkha, dan jalan untuk melenyapkan dukkha. Dengan demikian jelas bahwa agama Buddha tidak mengajarkan untuk hidup pasif. Umat Buddha justru manusia-manusia aktif yang berusaha melaksanakan jalan tengah yang diajarkan Sang Buddha untku dapat mencapai kesempurnaan, atau paling tidak bisa mencapai keadaan yang lebih baik daripada sebelumnya dan bukannya semakin merosot. Sebenernya sewaktu gw baca empat kebenaran aria ttg adanya penderitaan, sumber penderitaan, berakhirnya penderitaan dan jalan berakhirnya penderitaan dgn melalui delapan jalan kemuliaan, gw liat ajaran buddha bisa dilaksanakan oleh sesiapapun, liat aja 8 jalan kemuliaan nilai2nya sangat universal. tapi memang ada triratna bagi umat buddha yg terdiri dari saya berlindung kepada sang Buddha, sang Sangha dan sang Dhamma. Tapi Buddha yang dimaksud disana bukanlah Siddharta Gautama, tapi Buddha yang telah mencampai kesempurnaan.
Sebenernya banyak lagi sih yang gw dapat, cuma entaran lah ya. Kalau ada yg salah dikoreksi ya.Oh ya, saya juga dapat formulir meditasi dari bu St. Meditasi ini untuk multi agama kok, bukan hanya umat Buddha. Ini meditasi mendatangkan guru dari India, dia seorang hindu. Nih meditasi diadakan dua kali setahun, yaitu 22 agustus dan 22 desember. Meditasi ini dinamakan meditasi Vippasena. Dilaksanakan selama 11 hari. tempat pelaksanaannya ada di tiga tempat yaitu di Cianjur, Klaten dan Bali. Jadi selama 11 hari tuh meditasi terus sama bertanya2 sama guru. Oh ya minimal kita harus bisa bahasa inggris minimal pasif lah, soalnya semua keterangan diucapkan dalam bhs inggris. Banyak peraturan (sila) bagi kita disana. Meditasi Vippasena mengarah pada sasaran religius tertinggi yaitu pembebasan total dan penerangan batin sepenuhnya. Vippasena sebenernya suatu seni hidup untuk membasmi nafsu keinginan, kemarahan dan ketidaktahuan. Yah begitu sih katanya. Yah bagi teman2 yg tertarik bisa lah menghubungi Yayasan Meditasi Vippasena Indonesia di 021 4513848 atau Cianjur 08161851736 atau Klaten 0272 321045 atau Bali 0361 481482. Tapi perlu diinget kalo selama 11 hari itu tidak boleh sekalipun ritual agama tertentu, seperti kebaktian kristen, meditasi buddhist dan membaca paritta, bahkan sholat lima waktu sekalipun. Bagaimana?
Huhuhuh...dah panjang bgt nih nulis, kriting deh jari. Dah dulu ya. Gw tutup dgn beberapa point dari Dhammapada, yg walaupun kata Karen Armstrong tidak termasuk kitab suci pitaka yang penting, tapi menurut gw nilai2 Buddha justru bisa dirasakan disini..
"Orang bijaksana tidak bertindak curang, baik untuk kepentingan sendiri maupun orang lain. Ia tidak menginginkan anak, kekayaan atau kekuasaan lalu bertindak jahat. Ia pun tidak menginginkan sukses dari jalan yg salah. Sesungguhnyalah ia orang yang berbudi, adil dan bijaksana."
"Bukanlah seorang adil, ia yang membuat keputusan dgn tergesa2, terpengaruhi oleh kebencian, keinginan, ketakutan dan kebodohan). Org bijaksana hendaknya memeriksa dgn teliti, mana yg benar dan mana yg salah."
Semoga semua makhluk berbahagia.
¡°Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya : ¡°Abraham,¡± lalu sahutnya : ¡°Ya, Tuhan.¡± FirmanNya : ¡°Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.¡± ¡¡Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah disitu, disusunlah kayu, diikatnya Ishak anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya : ¡°Abraham, Abraham.¡±Sahutnya : ¡°Ya, Tuhan.¡± Lalu Ia berfirman : ¡°Jangan bunuh anak itu dan jangan kau apa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu.¡± Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan dibelakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu : ¡°Tuhan menyediakan¡±; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: ¡°Di atas gunung TUHAN akan disediakan.¡± (Kejadian 22 : 1-2, 9-14)
¡°Tuhanku, berilah kepadaku anak yang saleh.¡± Kami beri kesenangan kepada Ibrahim dengan seorang anak yang menyantun. Setelah anak itu mencapai usia baligh, Ibrahim bertanya kepadanya, ¡°Hai anakku, kulihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, pikirkanlah bagaimana pendapatmu?¡± Anaknya menjawab, ¡°Wahai ayahku, kerjakanlah yang ayah diperintahkan. Insya Allah ayah akan menemukan aku sabar menerima.¡± Ketika keduanya berserah diri untuk melaksanakan Ibrahim telah membaringkan anaknya pada pelipisnya. Kami berseru kepadanya, ¡°Hai Ibrahim, kau telah melakukan yang kau lihat dalam mimpimu.¡± Demikianlah kami beri balasan kepada orang yang berbuat baik. Ini sungguh suatu ujian yang sangat berat. Kami tebus anak itu dengan binatang kurban yang besar. Dan kami abadikan nama Ibrahim sebagai contoh bagi orang yang dating kemudian. Selamat untuk Ibrahim. Demikianlah kami membalas orang-orang yang berbuat kebaikan. Ibrahim sungguh termasuk hamba Kami yang beriman.¡± (QV. As Shaaffaat 100-111)
Itulah cuplikan peristiwa kurban di dalam kitab Perjanjian Lama dan Al Qur¡¯an, Terlepas dari banyak pertentangan pendapat apakah Ismail atau Ishak yang dikurbankan oleh Ibrahim menurut perintah Tuhan. Terlepas dari tuduhan banyak pihak akan ketidakabsahan Kitab Perjanjian Lama yang sudah memberangus peran Ismail karena ia tidak lagi murni keturunan Ibrani karena ibunya adalah budak keturunan Mesir. Terlepas dari banyak tuduhan bahwa Muhammad dalam ajarannya telah menggantikan posisi Ishak kepada Ismail agar mendapat pembenaran ajaran dan memperkuat posisi bahwa bangsa Arab adalah juga keturunan Ibrahim. Terlepas dari itu semua, bagi saya merayakan Idul Adha sebagai salah satu rangkaian ibadah di bulan haji adalah merayakan sejarah. Sejarah yang telah membentuk agama saya, Islam dan interaksinya dengan agama agama Semit lainnya, Yahudi dan Nasrani. Saya gak henti-hentinya mencoba untuk beramar ma¡¯ruf, apalagi dalam hari raya ini (Amar ma¡¯ruf versi saya adalah belajar agama-agama :P ) *teteup dong¡*
Ikhlas, jelas menjadi kata kunci pada perayaan Idul Adha. Bagi sebagian kita mungkin sudah merasa puas dan bangga hanya dengan menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada fakir miskin, menganggap telah melaksanakan ajaran agama dan melakukan hal yang begitu mulia. Hal demikian hanyalah aksesoris dari perayaan Idul Adha. Jika kita lihat lagi Al Qur¡¯an disana dikatakan kalau ritual pengorbanan adalah ujian yang begitu berat yang kemudian diganti oleh Allah dengan sebuah hewan korban. Ada sesuatu yang dikorbankan. Dan Ibrahim mengorbankan sesuatu yang sangat berharga, sesuatu yang telah ditunggu oleh beliau sejak lama, yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Pada perayaan ini apa hal yang berharga yang telah kita korbankan? Pada hari-hari sebelumnya apa sesuatu dari diri kita yang telah kita korbankan untuk Tuhan? Jika Idul Adha adalah saat berbagi dengan para fakir, kemana kita pada hari-hari sebelumnya? Cukup ikhlaskah kita dalam beragama? Bukan karena takut akan hal yang lain? karena Ibrahim menurut kitab Kejadian melakukan pengorbanan hanya karena rasa takutnya pada Allah.
Saya sendiri selain merasa gembira pada setiap perayaan hari raya, ada rasa lain yang selalu datang. Yaitu perasaan malu. Malu kepada Tuhan. Merayakan hari raya besar dengan memujaNya, melaksanakan perintahNya, khusyuk di dalam do¡¯a tapi kemana saya pada hari-hari sebelumnya? Atau akankah saya bisa dekat denganNya setelah perayaan? Jangankan hal-hal yang berharga yang saya korbankan, hal-hal yang kecil dari apa yang saya miliki saja terkadang perlu pertimbangan untuk mengeluarkannya. Malas memberikan uang recehan kepada pengamen dan pengemis di jalan hanya karena recehannya berada di dompet, tidak rela ketinggalan satu episode film atau satu babak pertandingan olahraga dan membaca Al Qur¡¯an harus ditinggalkan dan ibadah Shalat harus dipercepat pelaksanaannya atau ditunda sampai acara selesai, atau harus memilah-milah baju mana yang harus disumbangkan jika ada yang datang meminta baju untuk dirinya atau anaknya, atau bertanya-tanya di dalam hati ketika ada orang meminta sumbangan untuk pembangunan mesjid hanya karena kita tidak yakin, dan masih banyak lagi ketidak ikhlasan yang selalu kita rasakan. Dan kita dengan seenaknya merayakan Idul Adha dengan penuh suka cita? Dengan penuh nafsu memakan sate kambing atau semur kambing? Apa kabar rasa ikhlas?
Ibadah kurban saya rasa lebih ditekankan pada sikap ketulusan akan ketaatan, kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah, sebagaimana yang pernah ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim, Sang kekasih Allah dengan penuh rasa ikhlas dan pasrah menunaikan perintah Allah untuk menyembelih putranya. Apalah arti kurban tanpa keikhlasan dalam hidup dalam hal apapun.
¡°Daging dan darah (unta yang dikurbankan) itu sekali-kali tidak akan dapat sampai kepada Allah. Akan tetapi hanya ketaqwaan dari kalianlah yang akan dapat mencapainya.¡± (QV. Al Hajj 22)
Karena ritual kurban merupakan serangkaian ibadah pada bulan haji yang merupakan tapak tilas Nabi Ibrahim dan puteranya dalam pengalaman keruhanian mereka, maka tentu saja bulan Dzulhijjah ini adalah bulan bagi umat manusia untuk mengingat kembali perjuangan dan nilai nilai yang dibawa oleh Ibrahim. Semoga teladan Nabi Ibrahim selalu bersama kita.
¡°Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, KataNya : ¡°Aku bersumpah demi diriKu sendiri - demikianlah firman TUHAN - : Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepadaKu, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut¡¡± (Kejadian 22 : 15-17)
¡°Tidak ada yang lebih baik dalam beragama daripada yang menyerahkan seluruh dirinya kepada Allah, lalu ia berbuat ihsan dan mengikuti sepenuh hati agama Ibrahim. Allah mengangkat Ibrahim sebagai kekasihNya.¡±(QV. An Nisaa 125)
Selamat Idul Adha
nb : Gw menjelang Idul Adha ini berduka, entah kenapa ¨Csorry, kalau kurang sopan- bulan ini kayaknya musim org meninggal ya? Sudahlah kehendak Allah itu semua, semoga yang ditinggal diberikan keikhlasan dan ketabahan oleh Allah.
¡Þ Gw turut berduka dgn meninggalnya bapak temen gw, si Rk. Bapaknya meninggal di Makkah saat melaksanakan ibadah Haji. Meninggal di rumah Allah itu adalah impian bagi sebagian umat muslim. Semoga arwahnya damai di sisi Allah.
¡Þ Buat Tante Zb, tetangga gw di kampung, semoga beristirahat dengan tenang. Ia meninggal karena kanker payudara. Percayalah tiada lagi penderitaan yang tante rasakan jika telah berada disisiNya, Tan *gw sedih denger cerita emak gw tentang penyakitnya, ngeri* Tan, gak nyangka, lebaran kemarin terakhir kita ketemu dan bolu gulung terakhir buatan tante yang Guntur rasakan. Buat Om, Ar dan Tp semoga diberi ketabahan besar.
¡Þ Temen lama gw, Uv. Temen SD gw, tempat gw beli kue lebaran. Ia meninggal karena kanker rahim setelah dua bulan dirawat di rumah sakit di Jakarta. Uv, selamat jalan. Gak nyangka jalan hidup kamu sesingkat itu. Masih teringat bgt kenangan kelas 6, belajar untuk ebtanas dengan bu Mrn. Selamat jalan. Tetap tersenyum dan kau selalu berada di hati kami semua.
Satu lagi, temen gw Yn, tapi alhamdulillah gak sampai meninggal. Buat Yn, yang kemarin kecelakaan mobil *buat yang di yogya mobil bekas kecelakaannya ada di depan Gramed. Mak abis bagian belakangnya* Semoga cepat sembuh. Meringis gw liat kepala bagian depan lo yang mengerikan itu.
Oh ya, selain berduka, gw juga bersuka cita juga. Karena hari ini adalah hari Ulang Tahun Pernikahan Mamak Bapak gw yang ke 21!!!!! hohoho¡dah lama juga ya kalian hidup bersama. Bangga dong punya anak yang ganteng kayak gini¡hihihi¡Semoga semakin langgeng, Bapak semakin sabar dan pintar ngendaliin emosi, jaga kesehatan, jangan terlalu diforsir tenaganya, ingat tuh umur dan gak muda lagi..hehehe¡buat Mamak tercinta, semakin sayang sama keluarga, semakin rajin nulis puisi dan berkebunnya (I love your hobbies, mom!), semakin disayang sama Bapak. Yah pokoknya tahun ini semoga semakin meningkat baik dalam iman maupun non iman (apaan sih?!) :P Anakmu disini selalu mendoakan kalian :)
I love you both more than everything.
Ketika kita memahami islam adalah agama yang terlembaga, penuh batas-batas dan membayangkannya sebagai sesuatu yang tertutup sama sekali, maka saya gak bisa memahami predikat islam sebagai rahmat untuk alam semesta. Yang saya dapat malahan islam yang seperti itu adalah seperti bohlam yang menerangi kamar kos saya. Cahayanya bukan cahaya yang sejati. Bohlam itu adalah islam dan sesuatu selainnya yang memenuhi kamar saya adalah alam semesta. Bohlam itu adalah islam dan yang lain bukan islam makanya perlu disinari. Jadi pakaian yang berada di dalam almari yang terkunci rapat dan buku-buku bekas yang ada dibawah tempat tidur akan sangat sedikit atau mungkin tidak terkena sedikitpun sinar dari bohlam itu. Cahaya yang terbatas seperti ini, saya kira bukan cahaya islam. Cahaya islam adalah cahaya yang tidak terbatas. Dan Islam yang penuh keterbatasan bukanlah islam yang sesungguhnya. Emang benar, yang tidak terbatas hanyalah Allah, akan tetapi islam sebagai pancaran Cahaya Ilahi seharusnya mempunyai nilai nilai yang tidak terbatas seperti halnya Sang Sumber.
Terus bagaimana pula memahami tuntutan kepada muslim bahwa harus masuk kedalam islam secara kaffah. Banyak yang mengartikan kaffah adalah keseluruhan, kesempurnaan ataupun totalitas. Apapun artinya yang jelas sebagian umat islam yang mengaku kaffah atau akan menuju kaffah itu terjebak dalam suatu ruang hitam putih "islami" dan "non islami". Entah apa yang dipakai sebagai standar "islami" dan "non islami" itu, padahal bukankah suatu kesempurnaan tidak mungkin mempunyai batas apalagi dibatasi? Dan lagi, memang kesempurnaan hanyalah milik Allah dan ajaran yang sempurna sebagai pancaran Sang Maha Sempurna itu tidak mungkin dibatasi, apalagi oleh penafsiran agama yang dilakukan manusia, makhluk yang amat tidak sempurna.
Sebagai manusia yang memilih beragama dengan jalur theisme, saya percaya sumber segala sesuatu adalah Tuhan, yang secara kebiasaan sejak kecil saya panggil Dirinya dengan sebutan Allah. Dan menjadi sebuah konsekuensi, salah satunya adalah keragaman yang tidak mempunyai keterbatasan adalah sumbernya satu, Sang Maha Mutlak.
Dan sebagai manusia yang memahami islam bukanlah sebagai kata benda, melainkan mempunyai makna kata kerja yang terealisasi dalam proses integrasi nilai nilai keilahian dalam kehidupan, saya harus yakin bahwa kekaffahan islam akan tercapai (walaupun amat susah) bila kita tidak mengetahui dimana batas kekaffahan itu sendiri, apalagi mencoba membatasinya.
Saya rasa banyak sekali nilai nilai islam diluar islam yang selama ini kita kenal.
Duh gw ngomong apa yak diatas...huhuhu...pusing ah...cuma pertanyaan gw nih tadi menjelang mandi sore, apakah formalistik agama dalam negara itu suatu yang dapat dikategorikan kekaffahan dalam beragama soalnya mereka sering bgt nyomot Al Baqarah 208 sebagai justifikasi bo'. Menurut gw sih apalah artinya sebuah nama, negara agama kayaknya gak penting banget deh, tujuan negara kan membuat rakyatnya sejahtera, kalau begitu banyak dong negara barat dan sekuler yang lebih kaffah dibandingkan negara negara islam atau penduduknya mayoritas muslim? lantas tujuan negara agama apa dong? Gw kira agama sebagai sumber dari moral dan keyakinan dan negara sebagai sumber power dan kekuasaan harus bekerja sama dengan satu sama lainnya dengan tidak saling menguasai, jadi saling melengkapi gituw loh, dah banyak kan ya contoh negara agama yang gak berhasil (emang ada yg berhasil?) baik dalam sejarah islam maupun sejarah barat (baca: kristen dan gerejanya).
Apapun itu gw pengen aja sih negara bener2 perhatiin rakyat, apalagi yang gak mendapatkan pendidikan apalagi malah ada diskriminasi pendidikan kayak jaman kumpeni dulu, apalagi malah diskriminasinya berdasarkan jenis kelamin hiks hiks , kasihan bgt gak tuh?
Gw mau nutup postingan kali ini dengan pepatah Arab yang kagak ade hubungannya sama yg diatas...hehehe...gini nih bunyinya, "Barang siapa yang tidak melihat nilai nilai luhur didalam agamanya, tidak akan pernah bisa melihat nilai nilia luhur di dalam agama lain." Oleh karena itu ayo belajar agama-agama!!!! (huhuhuhu....teteup..)
Bye.
Tadi pagi yang cerah, diriku bahagia sekali karena mengira ujian sudah selesai dengan ditutup oleh makul Finance, tapi ternyata oh ternyata diriku salah jadwal...huaaa...kirain dah selesai hari ini tapi ternyata selesainya hari rabu besok, tadi cuma ujian Statistic doang, mana yg nomor terakhir bingung bin pusing alias gak bisa ngerjain. Yah ini makul statistic kan biasanya di Lab, mana sebenarnya diriku cuma masuk beberapa kali karena makul ini tabrakan sama makul lain di univ yg atu lagi, jadinya ya agak2 gak nguasain gitu lah (pake agak2 biar kesannya sebenarnya bisa :P), nah pas ujian, masak di kelas, bingung dong akika. Tapi sutralah, tapi gak bisa ikhlas juga sih, masalahnya nih financial adalah the most mbingungin subject in the world, memang teorinya dikit tapi penjabaran dan rumusnya hiks kalo ditulis jauhnya bisa seperti Yogyakarta-Meulaboh PP. Saya korbankanlah waktu saya yg sangat berharga tadi malam untuk belajar pelajaran najong ini dgn harapan mendapatkan hasil yg maksimal dan paripurna (apaan sih ni artinya? :P) eh tapi malah tadi pas setelah Statistic nanya ke Il, "Heh makan yok, gak pulang kan kowe? Finance jam setengah dua kan?", si Il dengan muka heran, "Hah? are you crazy? Finance itu hari rabu" Oh Tuhan....perkataan si Il ini bagaikan petir di siang bolong :p jadi tadi malam akika ngapain? Oh...
Eh, diriku lagi mikir nih tentang predikat manusia sebagai "makhluk sosial", jadi kalo begitu gimana dong kita menilai manusia sebagai manusia apa adanya? Misalnya situ nih mau nilai diriku, pasti menilai diriku dari bagaimana diriku bergaul, berbicara, pemahaman diriku ttg sesuatu, perkataan org2 terdekat, dsb yg kesemuannya itu gak lepas dari orang lain. Trus kalaupun nanya langsung ke diriku, kan segala yg saya jawab nanti adalah hasil dari interaksi dgn org lain juga yg selama ini telah membentuk apapun yg ada dalam diriku, ya kan? Bagaimana ya kita bisa menjadi manusia seutuhnya mandiri? Bahkan dalam beragama pun kita selalu mengikuti orang lain, kalau dalam islam taruhlah kita harus mengikuti Nabi Muhammad tapi kan beliau juga manusia yg tidak lepas dari sejarah, dan setelah berabad lamanya dari wafatnya Nabi, apakah masih bisa dijamin kalau kita bener mengikuti beliau? bukan seorg imam atau yg dibilang banyak ikhwan2 itu org2 salaf? Bagaimana sih sebenarnya manusia yg benar2 manusia itu yak?
Oh...sepertinya mulai pusing nih diriku ditambah lagi angka2 Statictic tadi...*jadi pengen lotek gw hahaha :P
Bosan dan bete sedang melanda diriku nih. Mau ketemu orang males. Hari ini janjian Kh untuk reparasi HPnya, tapi diriku malah molor sampai jam 10. Kamar dah berantakan abis gak juntrungan tapi males sekali rapiinnya soalnya gak tau harus mulai dari mana, sangking berantakannya. Mana lagi ujian, untungnya ujian di UIN sudah selesai, tinggal di UII. Huh, bagaimana bisa diriku belajar dengan tekun (Hoek, sejak kapan belajar tekun yak?). Kalau ngomong bawaannya nyela mulu, sebelumnya ngeliat temen kos nonton esmeralda (duh!), cela aja abis2an. Harusnya minggu ini udah harus ke LKiS, tapi males bgt, besok2 aja lah abis liburan ya (Sori mas!). Harusnya ngisi pulsa, tapi rasanya berat bgt (pdhl emang gak ada duit), mau jalan2 sendiri, males bgt soalnya hari2 terakhir yogya panas bgt dan kok mendadak jadi rame dan sumpek sekali (Huh!). Mau makan2, selain gak ada uang, makanan di yogya itu2 doang. Malas baca, padahal ada buku yg belum sempat dibaca. Gak ada uang karena diriku boros abis akhir2 ini, kemarin borong buku gara2nya sih cuma pingin cari buku sejarah gereja terbitan BPK Gunung Mulia yg dah lama bgt, tapi gak dapet, eh malah beli yg gak perlu2 amat, salah satunya adalah bukunya prof. Jerald F. Dirk judulnya Ibrahim, Sang Sahabat Tuhan, kenapa gak perlu? soalnya diriku dah punya buku yg serupa, yah walaupun gak mirip2 amat sih isinya.
Kayaknya saya bener2 butuh liburan. Cepatlah datang liburan. Pokoknya setelah Idul Adha, harus cabut dari yogya dan menenangkan diri di suatu tempat.
Oh, adek Tasya, nyanyikanlah lagu kebangsaanmu itu pada om.
Agar diriku semakin bersyukur dan gak terlalu lama terhanyut di dalam kegundahan ini (cie..kegundahan..:P), diriku mau paste ayat Al Qur'an aja lah, males nih nulis2. Sumpe de. Favorite surah bagi diriku di Kitab Suci itu, Surah Ar Rahmaan:
1. ((Allah)) Most Gracious! 2. It is He Who has taught the Qur'an. 3. He has created man: 4. He has taught him speech (and intelligence). 5. The sun and
the moon follow courses (exactly) computed; 6. And the herbs and the trees - both (alike) bow in adoration. 7. And the Firmament has He raised high, and He has set up the Balance (of Justice), 8. In order that ye may not transgress (due) balance. 9. So establish weight with justice and fall not short in the balance. 10. It is He Who has spread out the earth for (His) creatures: 11. Therein is fruit and date-palms, producing spathes (enclosing dates); 12. Also corn, with (its) leaves and stalk for fodder, and sweet-smelling plants. 13. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 14. He created man from sounding clay like unto pottery, 15. And He created Jinns from fire free of smoke: 16. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 17. (He is) Lord of the two Easts and Lord of the two Wests: 18. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 19. He has let free the two bodies of flowing water, meeting together: 20. Between them is a Barrier which they do not transgress:
21. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 22. Out of them come Pearls and Coral: 23. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 24. And His are the Ships sailing smoothly through the seas, lofty as mountains: 25. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 26. All that is on earth will perish: 27. But will abide (for ever) the Face of thy Lord,- full of Majesty, Bounty and Honour. 28. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 29. Of Him seeks (its need) every creature in the heavens and on earth: every day in (new) Splendour doth He (shine)!
30. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 31. Soon shall We settle your affairs, O both ye worlds! 32. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 33. O ye assembly of Jinns and men! If it be ye can pass beyond the zones of the heavens and the earth, pass ye! not without authority shall ye be able to pass! 34. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 35. On you will be sent (O ye evil ones twain!) a flame of fire (to burn) and a smoke (to choke): no defence will ye have: 36. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 37. When the sky is rent asunder, and it becomes red like ointment: 38. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 39. On that Day no question will be asked of man or Jinn as to his sin. 40. Then which of the favours of your Lord will ye deny?
41. (For) the sinners will be known by their marks: and they will be seized by their forelocks and their feet. 42. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 43. This is the Hell which the Sinners deny: 44. In its midst and in the midst of boiling hot water will they wander round! 45. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 46. But for such as fear the time when they will stand before (the Judgment Seat of) their Lord, there will be two Gardens- 47. Then which of the favours of your Lord will ye deny?- 48. Containing all kinds (of trees and delights);- 49. Then which of the favours of your Lord will ye deny?- 50. In them (each) will be two Springs flowing (free);
51. Then which of the favours of your Lord will ye deny?- 52. In them will be Fruits of every kind, two and two. 53. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 54. They will recline on Carpets, whose inner linings will be of rich brocade: the Fruit of the Gardens will be near (and easy of reach). 55. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 56. In them will be (Maidens), chaste, restraining their glances, whom no man or Jinn before them has touched;- 57. Then which of the favours of your Lord will ye deny?- 58. Like unto Rubies and coral. 59. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 60. Is there any Reward for Good - other than Good?
61. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 62. And besides these two, there are two other Gardens,- 63. Then which of the favours of your Lord will ye deny?- 64. Dark-green in colour (from plentiful watering). 65. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 66. In them (each) will be two Springs pouring forth water in continuous abundance: 67. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 68. In them will be Fruits, and dates and pomegranates: 69. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 70. In them will be fair (Companions), good, beautiful;- 71. Then which of the favours of your Lord will ye deny?- 72. Companions restrained (as to their glances), in (goodly) pavilions;- 73. Then which of the favours of your Lord will ye deny?- 74. Whom no man or Jinn before them has touched;- 75. Then which of the favours of your Lord will ye deny?- 76. Reclining on green Cushions and rich Carpets of beauty. 77. Then which of the favours of your Lord will ye deny? 78. Blessed be the name of thy Lord, full of Majesty, Bounty and Honour.
Yap. Maha suci Allah dengan segala Kemuliaan dan Kebesanaran. Dan Maha Suci Allah dengan segala firmanNya. Semoga saya cepat normal kembali ah.
Secara saya adalah anak perbandingan agama yg radikal dan militan abis (tsah!) tadi bareng temen2 ikutan do'a bersama yang diadakan oleh Forum Persaudaraan Umat Beriman a.k.a FPUB Yogyakarta di Pelataran Klenteng Buddha Prabha Gondomanan. Seluruh umat beragama ada disana, dari Protestan sampai Islam, dari Buddha sampai Konghucu. Di awal dan akhir acara diisi oleh kidung berbahasa jawa, lirik dan melodinya sedih bgt. Diisi oleh do'a2 para pemuka agama. Yg Ustadz mimpin yg muslim, Bikhu mimpin yg Buddhist, begitu juga dgn yg lain. Sebelumnya sambutan dari Ustadz. Muhaimin dan Romo Effendi. Menyentuh abis.
Dah seminggu ini saya sedih bgt. Ya Allah, mengapa harus dengan musibah sedahsyat ini Kau menyadarkan kami kalo kami ini semuanya sesungguhnya adalah saudara. Mengapa harus Kau kirimkan lautMu yg marah untuk menegur kami kalau kami semuanya sesungguhnya adalah satu, apapun perbedaan yg ada di dalam diri dan keseharian kami. Mengapa harus dgn peristiwa yg sangat mengiris hati itu Kau buat kami sadar akan kehidupan berbangsa dan bernegara kami yg sekian lama terpisah karena ego dan klaim kepentingan pribadi yg begitu menjijikkan dan gak penting itu. Di atas semuanya itu, terima kasih ya Allah, Tuhan Yang Maha Kasih, Kau menyadarkan saya dan semakin menguatkan keyakinan saya bahwa sesungguhnya semua manusia itu sama, apapun labelnya karena kami hanyalah makhluk2 lemah yg merindukan Kasih dan PerlindunganMu, Wahai Yang Maha Bijaksana.
Aku mati sebagai mineral
dan menjelma sebagai tumbuhan,
aku mati sebagai tumbuhan
dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.
Sekali lagi,
aku masih harus mati sebagai manusia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
aku masih harus mati lagi;
Karena, kecuali Tuhan,
tidak ada sesuatu yang kekal abadi.
Setelah kelahiranku sebagai malaikat,
aku masih akan menjelma lagi
dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap,
memasuki kekosongan, kasunyataan
Karena hanya dalam kasunyataan itu
terdengar nyanyian mulia;
"Kepada Nya, kita semua akan kembali"
-Jalaluddin Rumi-
Berhenti dulu ya sedih2nya, abis do'a bersama, saya dan Ag makan gudeg di depan Klenteng itu, tapi karena saya gak bawa uang, akhirnya si Ag, "tenang man, pake aja uangku dulu." Nah makanlah kita nasi gudeg itu dengan lahap dan congoknya (tau congok gak?). Habis makan trus bayar, u know berapa tuh harga gudeg yg kita makan bedua? Rp. 24.000!!!! Untuk kantong anak kos, makan sekali dgn biaya segitu gak normal dong. Akhirnya dgn wajah memelas si Ag ngeluarin uang 50000annya. Kasihan juga tuh anak. Tenang man, tak ganti nanti. Kalo ingat tapi wakakaka..
Anyway, saya besok dah mulai ujian, jadi permisi dulu ya untuk gak ngeblog. Kalo ternyata saya ngeblog lagi, berarti ada dua kemungkinan. Yg pertama, saya sudah selesai ujian, yg kedua emang nih tgn dah pikiran dan addicted abis ama nih blog. Dah ya. Saya mau ujian dulu. Love you. Sekarang do'a yg terakhir ah...
Ya Allah, Ya Tuhan kami. Karuniakanlah kehidupan yg baik di dunia dan akhirat untuk kami dan keluarga kami, dan terutama untuk saudara2 kami yg lebih dahulu menghadapMu. Hanya kepadaMu lah kami berharap dan menggantungkan harapan itu, Ya Rabb.
TUHAN BERSAMA KITA SELALU
| Next Page |

| BLOGDRIVE |
| TEMPLATES |